Jumat, 06 Oktober 2023

Apa itu Hukum Moore? Bagaimana Evolusi dari Mikroprosessor Intel dan AMD ?

Hukum Moore

Hukum Moore merupakan salah satu hukum yang terkenal dalam industri mikroprosesor yang menjelaskan tingkat pertumbuhan kecepatan mikroprosesor. Gordon E. Moore adalah seseorang dikenal sebagai pendiri Intel. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial.

Hukum Moore menyatakan bahwa kompleksitas sebuah mikroprosesor akan meningkat dua kali lipat tiap 18 bulan sekali. Hal tersebut semakin nyata setelah Intel secara resmi memulai arsitektur prosesornya dengan code Nehalem. Prosesor ini akan menerapkan teknik teknologi nano dalam pembuatan prosesor, sehingga tidak membutuhkan waktu selama 18 bulan untuk melihat peningkatan kompleksitas tapi akan lebih singkat.

Saat ini hukum Moore telah dijadikan target dan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan industri semikonduktor. Peneliti di industri prosesor berusaha mewujudkan Hukum Moore dalam pengembangan produknya. Industri material semikonduktor terus menyempurnakan produk material yang dibutuhkan prosesor, dan aplikasi komputer dan telekomunikasi berkembang pesat seiring dikeluarkannya prosesor yang memiliki kemampuan semakin tinggi. 

Kemampuan banyak perangkat elektronik digital sangat terkait dengan hukum Moore yang meliputi, kecepatan pemrosesan, kapasiras memori, sensor dan juga jumlah dan ukuran piksel dalam kamera digital. Semua ini juga meningkat pada (kira-kira) tingkat eksponensial. 

Peningkatan eksponensial ini sangat meningkatkan efek elektronik digital dalam perekonomian dunia. Hukum Moore menggambarkan kekuatan pendorong perubahan teknologi dan sosial pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Tren ini terus berlanjut selama lebih dari setengah abad. Intel menyatakan pada tahun 2015 bahwa laju kemajuan telah melambat. Brian Krzanich, CEO Intel, mengumumkan bahwa "irama kami saat ini lebih dekat dua setengah tahun daripada dua tahun".

Terakhir, hukum Moore telah mendorong pertumbuhan pesat dalam industri teknologi, ada keterbatasan fisik dan teknis yang mungkin membatasi penerapan hukum ini di masa mendatang. Inovasi baru dalam teknologi semikonduktor dan paradigma komputasi mungkin diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan ini dan memastikan perkembangan teknologi yang berkelanjutan.





Evolusi Intel dan Amd Mikroprosessor 

Perkembangan prosessor, sebenarnya sudah di rancang berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dalam perkembangannya prosessor selalu mengalami peningkatan kinerja bukan hanya produk intel yang bernama Pentium tetapi juga prosessor amd. Peningkatan kinerja ini selalu menggunakan perhitungan yang matematis, perhitungan matematis ini lah yang disebut dengan hukum Moore. Dalam hukum Moore disebutkan bahwa jumlah transistor dalams sebuah chip akan berlipat ganda setiap dua tahun. 

Berikut ini perkembangan processor Intel dari waktu ke waktu :

1. Intel 4004 (1971)

Pada awal terbentuk, Intel tidak langsung bekerja untuk memproduksi prosesor yang akan terpasang pada Komputer. Intel mengembangkan prosesor pertamanya pada tahun 1971 yang bernama Intel 4004. Jenis prosesor ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom dan dulu terkenal dengan sebutan “kecerdasan buatan pada benda mati”. Prosesor ini adalah prosesor pertama dimana orang-orang menyebutnya dengan Microprocessor karena ukurannya yang kecil. Kaki jenis prosesor Intel ini terbuat dari unsur logam dan campuran emas.

Kecepatan : 108-740 KHz
Tipe : 4-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 2.300



2. Intel 8008 (1972)

Jenis prosesor kedua Intel rilis setahun setelah peluncuran jenis pertama yaitu tahun 1972. Seri prosesor Intel 8008 mendapatkan pengembangan yang sangat pesat. Hal ini terbukti dengan kecepatan Intel 8008 yang meningkat cukup signifikan dari seri sebelumnya.

Kecepatan : 200-800 KHz
Tipe : 8-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 3.500




3. Intel 8080 (1974)

Jenis prosesor ini merupakan sebuah penemuan yang sangat cemerlang pada jamannya, karena ini merupakan jenis prosesor pertama yang mampu memproses data sebesar 8 bit. Seri prosesor Intel 8080 juga memiliki kecepatan pengolahan data yang sangat baik. Oleh karena itu, prosesor jenis ketiga ini menjadi otak dari komputer Altair yang rilis pada tahun 1974.

Kecepatan : 2 MHz
Tipe : 8-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 4.500


4. Intel 8085 (1976)

Jenis prosesor keempat dari keluarga Intel ini sebenarnya masih satu rumpun dengan Intel 8080. Prosesor Intel 8085 rilis pada tahun 1976 dan menawarkan kecepatan pengolahan data yang lebih tinggi.

Kecepatan : 3 MHz
Tipe : 8-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 6.500


5. Intel 8086 (1978)

Jenis prosesor ini merupakan prosesor pertama yang menggunakan desain arsitektur CPU x86, meskipun sebenarnya istilah tersebut belum terkenal pada saat itu. Intel memproduksi seri 8086 pada tahun 1978 dan menjadi prosesor pertama yang mampu mengolah data sampai 16 bit.

Kecepatan : 5 MHz
Tipe : 16-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 29.000


6. Intel 8088 (1979)

Jenis prosesor Intel 8088 rilis dan mulai digunakan pada tahun 1979. Jenis prosesor seri keenam ini digunakan pada Komputer buatan IBM.

Kecepatan : 5 MHz
Tipe : 16-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 29.000

7. Intel 286 (1982)

Intel memproduksi seri 286 pada tahun 1982 dan terkenal juga dengan sebutan 786 Microsprocessor. Jenis prosesor ini merupakan prosesor pertama yang dapat menjalankan software. Hal ini karena jenis prosesor tersebut sudah bisa membaca memori sampai 16 MB serta menggunakan CPU 16 bit.

Kecepatan : 6 MHz
Tipe : 16-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 134.000


8. Intel 386 (1985)

Intel memproduksi jenis prosesor Intel 386 pada tahun 1985 yang memiliki jumlah transistor dua kali lipat lebih banyak dari seri sebelumnya. Selain itu, jika membandingkan dengan seri prosesor Intel yang pertama, maka jenis prosesor ini 100 kali lipat lebih banyak. Tentu saja ini menghasilkan kecepatan yang turut meningkat pesat dan juga sudah bisa memproses data hingga 32 bit.

Kecepatan : 16 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 275.000



9. Intel 468 (1989)

Intel memproduksi seri Intel 468 pada tahun 1989 yang merupakan jenis prosesor pertama yang memudahkan pengguna dalam menggunakan software, karena sudah dapat menggunakan klik mouse. Sebelumnya penggunaan software hanya dengan cara mengetikkan perintah dalam bentuk teks. Hal ini bisa terjadi karena adanya fungsi kompleks matematika yang membuat beban kerja prosesor menjadi lebih ringan.

Kecepatan : 25 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 1,2 Juta



10. Intel Pentium (1993)

Prosesor Intel Pentium yang rilis pada tahun 1993 merupakan generasi pertama yang menggunakan CPU 32 bit dengan kecepatan frekuensi 66 MHz. Jenis prosesor ini juga menjadi awal mula perkembangan komputer generasi kelima. Prosesor ini memiliki pin yang berjumlah 273 pin dan terbuat dari keramik PGA (Pin Grid Array). Prosesor ini juga hemat daya karena hanya membutuhkan 3,3 Volt.

Kecepatan : 66 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 3,1 Juta



11. Intel Pentium Pro (1995)

Tahun 1995 merupakan era dimana kebutuhan dan kemampuan komputasi tingkat tinggi sudah mulai berkembang. Oleh karena itu, Intel mengeluarkan Intel Pentium Pro untuk dapat menggunakannya pada aplikasi server dan workstation. Dengan menggunakan prosesor ini maka dapat memproses data secara cepat karena mengandalkan 5,5 juta transistor yang terdapat didalamnya.



12. Intel Pentium II (1997)

Jenis prosesor Intel Pentium II merupakan prosesor yang bekerja dengan CPU 32 bit dan jumlah pin sebanyak 386. Prosesor ini merupakan jenis prosesor generasi keenam yang menggunakan arsitektur CPU x86. Intel merancang prosesor ini agar dapat menggunakannya pada PC yang memungkinkan mengolah video, audio, dan grafis secara efisien. Selain itu, prosesor ini juga sudah dapat mengolah data serta menggunakan data berbasis internet dengan lebih baik.

Kecepatan : 300 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 7,5 Juta



13. Intel Celeron (1998)

Intel Celeron yang pertama kali rilis pada tahun 1998 merupakan hasil pengembangan dari Intel Pentium II. Jenis prosesor ini mempunyai pin yang berjumlah 386 sehingga dapat bekerja lebih efisien.

Kecepatan : 266 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 7,5 Juta



14. Intel Pentium III (1999)

Prosesor Intel Pentium III yang rilis pada tahun 1999 ini memiliki kemampuan proses pengolahan citra tingkat tinggi, pengolahan gambar 3D, audio streaming, aplikasi berbasis video dan pengenalan suara. Jenis prosesor ini mempunyai 70 perintah SIMD yang dapat mempercepat pengolahan informasi dari bus system ke prosesor. Dengan demikian bisa mendongkrak performa prosesor ini secara signifikan.

Kecepatan : 500 MHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 9,5 Juta



15. Intel Pentium 4 (2000)

Jenis prosesor ini pertama kali rilis pada tahun 2000 dan memiliki kecepatan 1,5 GHz. Seiring dengan pengembangan teknologi yang terus meningkat, maka varian baru Intel Pentium 4 bisa memiliki kecepatan hingga 3,06 GHz.

Kecepatan : 1,5-3,06 GHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 42 Juta



16. Intel Xeon (2001)

Intel Xeon merupakan jenis processor yang dimana Intel merancangnya khusus untuk penggunaan pada server. Hal ini karena prosesor yang rilis pada tahun 2001 ini dapat melakukan komputasi dengan performa yang tinggi. Prosesor jenis ini menggunakan Socket MicroPGA yang memiliki pin berjumlah 603 Pin.

Kecepatan : 1,7 GHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 42 Juta


17. Intel Pentium M (2003)

Perusahaan Intel mendesain seri Intel Pentium M agar dapat menggunakannya secara efisien pada Komputer portabel atau Tablet PC. Intel Pentium M pertama kali rilis pada tahun 2003 yang juga sering terkenal dengan sebutan Intel Centrino.

Kecepatan : 1,7 GHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 (single core)
Jumlah Transistor : 55 Juta



18. Intel Core Solo & Duo (2006)

Intel Core Solo merupakan jenis prosesor yang mengacu pada prosesor Intel Pentium M. Sehingga semua fiturnya sama dengan fitur pada Intel Pentium M atau Intel Centrino. Sementara Intel Core Duo merupakan salah satu generasi dari Intel Pentium M yang menjadi bagian dari keluarga prosesor dual core mobile processor.

Kecepatan : 1,06-2,33 GHz
Tipe : 32-bit
Jumlah Inti : 1 atau 2 (single core atau dual core)
Jumlah Transistor : 151 Juta


19. Intel Core 2 (2006)

Jenis prosesor ini merupakan sebuah mikroprosesor yang rilis oleh Intel Corporation pada tahun 2006. Pada saat awal pengembangan, Intel Core 2 memiliki nama kode Conroe dan Allendale. Jenis prosesor ini juga menjadi prosesor pertama yang memiliki kemampuan proses data hingga 64 bit.

Kecepatan : 2,66 GHz
Tipe : 64-bit
Jumlah Inti : 1 atau 4 core
Jumlah Transistor : 291 Juta



20. Intel Atom (2008)

Intel Atom merupakan jenis prosesor yang rilis dengan menggunakan CPU 32 bit dan 64 bit. Jenis prosesor ini memiliki pin yang berjumlah 437. Pada umunya, jenis prosesor ini sering terpasang pada produk Netbook atau Smartphone.

Kecepatan : 1,86 GHz
Tipe : 32-bit dan 64-bit
Jumlah Inti : 1-8 core
Jumlah Transistor : 47 Juta



21. Intel Core i7 (2008)

Jenis prosesor Intel Core i7 merupakan prosesor yang menggunakan chipset MCH yang sudah terpasang pada prosesornya. Prosesor ini adalah rancangan untuk memenuhi kebutuhan komputerisasi yang sangat tinggi atau pada pasar high-end.

Kecepatan : 2,66-3,20 GHz
Tipe : 32-bit dan 64-bit
Jumlah Inti : 4-10 core
Jumlah Transistor : 731 Juta


22. Intel Core i5 (2009)

Jenis prosesor ini juga menggunakan CPU 32 bit dan 64 bit, tergantung pada varian yang anda beli. Kelebihan dari prosesor Intel Core i5 adalah adanya fungsi Northbridge yang tertanam pada inti prosesor. Jenis prosesor ini sudah berada dalam kelas menengah dari varian Intel Core jika meninjau dari segi kinerjanya.

Kecepatan : 2,66 GHz
Tipe : 32-bit dan 64-bit
Jumlah Inti : 2 atau 4 core
Jumlah Transistor : 774 Juta



23. Intel Core i3 (2010)

Jenis prosesor ini rilis untuk melengkapi varian prosesor Intel Core. Prosesor Intel Core i3 memiliki kecepatan proses yang lebih kecil jika membandingkan seri ini dengan prosesor sebelumnya, yaitu Core i7 dan Core i5. Hal ini karena prosesor tersebut memang untuk digunakan pada tingkat dasar atau menengah.

Kecepatan : 2,93-3,07 GHz
Tipe : 32-bit dan 64-bit
Jumlah Inti : 2 core
Jumlah Transistor : 382 Juta



24. Intel Core i9 (2017)

Intel Core i9 merupakan jenis prosesor baru yang memiliki kemampuan jauh di atas Intel Core i7. Prosesor ini mendapat peningkatan yang sangat pesat mulai dari jumlah inti dan transistor. Tidak heran jika prosesor ini menjadi prosesor Intel dengan kinerja terbaik yang ada saat ini.

Kecepatan : 2,60-3.30 GHz
Tipe : 32-bit dan 64-bit
Jumlah Inti : 10-18 core
Jumlah Transistor : 30 Miliar



Berikut ini adalah perkembangan AMD dari waktu ke waktu :

1. AMD K5

AMD K5 awalnya dibuat supaya dapat bekerja pada semua motherboard yg mendukung Intel. Jadi motherboard yg mendukung Intel akan mendukung pula AMD K5. Pada waktu itu tidak semua motherboard dapat langsung mengenali AMD dan harus dilakukan Upgrade BIOS untuk bisa mengenali AMD.



2. AMD K6

Prosesor AMD K6 merupakan prosesor generasi ke-6 dengan peforma tinggi dan dapat diinstalasi pada motherboard yg mendukung Intel Pentium. AMD K6 sendiri masih dibagi lagi modelnya nya yaitu : AMD K6, AMD K6-2, AMD K6-III.


3. AMD Duron

AMD Duron merupakan keluarga prosesor versi murah yang dikenal pada tahun 2000, awalnya prosesor ini memiliki code nama Spitfire yg dibuat berdasarkan Core Thunderbird. AMD Duron merupakan versi AMD Athlon yg “diringkas” ia memiliki semua arsitektur yg dimiliki AMD Athlon. Kinerja AMD Duron dengan AMD Athlon hampir sama hanya beda 7%-10% lebih tinggi AMD Athlon sedikit. Sa’at ini AMD sudah menghentikan produksi AMD Duron.



4. AMD Athlon

AMD Athlon merupakan pengganti dari mikroprosesor seri AMD K6. Prosessor ini merupakan aksi come-back AMD ke pasar industri mikro-prosesor high-end dan AMD ingin menggeser Intel sebagai pemimpin pasar industri mikroprosesor. Prosesor ini mengungguli Intel Pentium III Katmai dan baru dapat didekati oleh Intel Pentium III Coppermine. Fitur lainya prosesor ini adalah AMD Athlon dapat dijadikan prosesor untuk system multiprosesor seperti halnya prosesor generasi keenam intel (P6). Dengan menggunakan chipset AMD 750 MP (Iron Gate) dan AMD 760 MPX, prosesor AMD mewujudkan komputer yg memiliki dua prosesor AMD Athlon.



5. AMD Athlon 64

Prosesor ini memiliki 3 variant socket yg berbeda yaitu socket 754, 939, dan 940. Socket 754 memiliki kontroler memori yg mendukung penggunaan memori DDR kanal tunggal. Socket 939 memiliki kontroler memori yg mendukung memori kanal ganda. Prosesor ini merupakan prosesor pertama yg kompatibel terhadap komputasi 64bit. Prosesor ini menggunakan teknologi AMD 64 yg bisa bekerja pada system operasi dan aplikasi 32 bit maupun 64 bit.

6. AMD Athlon 64 FX

Prosesor ini memiliki 2 karakter penting :
Pertama, dapat bekerja pada system operasi dan aplikasi 32 bit maupun 64 bit dengan kecepatan penuh Menawarkan perlindungan virus yg disebut Ehanced Virus Protection ketika dijalankan diatas platform Windows XP Service Pack 2 (SP2) maupun Windows XP 64 Bit edition. Kedua, System PC yg berbasis AMD Athlon 64 FX sangat cocok bagi para pengguna PC yg antusias, penggemar olah Video-Audio (multimedia) dan para pemain Game.

7. AMD Sempron

Prosesor ini adalah sebuah jajaran prosesor yg diperkenalkan oleh AMD pada tahun 2004 sebagai pengganti prosesor AMD Duron dipasar komputer murah, untuk bersaing dengan prosesor Intel Celeron D. AMD Sempron terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. AMD Sempron soket A
2. AMD Sempron Soket 754



8. AMD 64 X2 Dual Core 

Prosesor ini dimaksudkan untuk menyaingi apa yang dikembangkan Intel dengan prosesor Core Duo nya. Tetap berbasis teknologi 64 bit, prosesor ini ditujukan bagi kalangan pengguna media digital yg intensif. Dari sisi fitur prosesor ini dilengkapi dengan teknologi sperti HyperTransport yg mampu meningkatkan kinerja system secara keseluruhan dengan menyingkirkan bottlenecks pada level input output, meningkatkan bandwith, mengurangi latency system. Pendekatan yg digunakan disini adalah kontroler memori DDR yang sepenuhnya terintegrasi sehingga membantu mempercepat akses ke memori, dengan menyediakan jalur dai prosesor langsung ke memori utama. Hasilnya, bisa menikmati loading aplikasi yg lebih cepat dari performa aplikasi yg lebih meningkat.

https://id.alegsaonline.com/art/665629. AMD Opteron

Prosesor ini untuk menandingi prosesor Intel Xeon di pasar Workstation dan Itanium dipasar High-End. Dibanding Intel Xeon yg berbasis mikroarsitektur Intel Netburst, AMD Opteron ini dapat dibilang menang telak dilihat dari kinerja yg ditunjukkan tiap watt yg digunakan (performance/watt), tapi belum dapat menandingi efisiensi prosesor Intel Itanium.

10. AMD Phenom

AMD Phenom diluncurkan untuk menjawab permintaan pasar dan fansnya. Kemunculan ini sekaligus memanaskan kembali persaingan dengan rivalnya yang sudah terlebih dahulu meluncurkan prosesor berinti enam. Bersamaan dengan peluncuran perdana dua varian Phenom II X6 (1055T dan 1090T), AMD juga mengenalkan chipset baru yakni 890GX/FX untuk menemani Phenom II X6 ini.



11. AMD Turion

AMD Turion memiliki 64 bit dengan daya konsumsi rendah. AMD jenis ini mendapatkan nama sandi K8L. AMD Turion 64 dan AMD Turion 64 X2 Ultra bersaing keras dengan prosesor Intel.
Jenis lainnya yaitu :
-Turion Ultra II dan Turion II.
-prosesor AMD Zamora,
-AMD Greyhound
– AMD dengan seri Quad Core



12. AMD Zambezi

AMD Zambezi merupakan generasi terbaru prosesor AMD yang dibuat berdasarkan arsitektur Bulldozer (32nm) akan menantang head-to-head dengan prosesor Intel Core i7 (seri 9000). AMD Zambezi menyertakan teknologi TurboCore 2.0 dan akan bernaung dibawah jajaran merek FX Series.


Reference 

Hukum Moore :

https://wiki.edunitas.com/ind/114-10/Hukum-Moore_27999__eduNitas.html

https://id.alegsaonline.com/art/66562

Evolusi Intel :

https://www.bagitekno.net/hardware/jenis-prosesor-intel.html

Evolusi AMD :

https://pmktentangintelpentium.wordpress.com/perkembangan-processor-amd/



Menggunakan AI untuk Masa Depan yang Lebih Tangguh terhadap Bencana Alam

    Dalam Artikel yang diterbitkan oleh Arundati Swastika Waranggani saat ini, banyak kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi melalui pemanfaata...